+123 456 4444
Pola Asuh Dan Parenting Sejak Dini

Pola Asuh Dan Parenting Sejak Dini

Program acara Variety Show KBS Superman Returns yang tayang di Korea berhasil menarik perhatian publik. Tidak hanya di negara asalnya, namun juga di negara lain termasuk Indonesia. Program televisi ini merupakan sebuah acara yang memperlihatkan seorang ayah dalam mengurus anak tanpa bantuan dari sang istri. Kegiatan ini bagian dari tantangan atau misi yang harus diselesaikan.

Salah satu pengisi program tersebut adalah keluarga song. Song II Kook adalah seorang aktor sekaligus ayah yang memiliki anak kembar tiga. Tingkah lucu dari ketiga anak kembar tersebut menjadi alasan mengapa program ini sangat digandrungi. Tidak hanya itu, keluarga Song dalam beberapa episodenya juga sering kali memperlihatkan bagaimana menerapkan pola asuh kepada anak mereka, agar anak saling menyayangi dan disiplin merupakan beberapa alasan mengapa hal itu perlu untuk dilakukan.

Beberapa hal kecil yang keluarga song lakukan seperti menyuruh untuk saling meminta maaf serta memeluk ketika ada yang bertengkar, tidak memarahi salah satu anak di depan anak lainnya. Hal itu menurut Song II Kook dapat membuat anak tersebut menjadi malu dan rendah diri.

Pola asuh memang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama mental dan psikisnya. Pola asuh yang salah saring kali berdampak pada kesehatan mental anak dikemudian hari. Salah satu kesalahan yang sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua yaitu dengan menerapkan pola asuh yang sama dengan pola asuh yang diterapkan orangtuanya dahulu kepada dirinya. Padahal belum tentu pola asuh tersebut adalah pola asuh yang benar dan tepat dilakukan. Zaman yang semakin berubah juga menjadi alasan mengapa cara didik orangtua dulu belum tentu tepat untuk diterapkan, karena kondisi sosial serta tantangan yang berbeda.

Untuk mengetahui beberapa kesalahan pola asuh yang sering dilakukan oleh para orangtua, berikut adalah beberapa diantaranya:

Pola Asuh Dan Parenting Sejak Dini

  1. Terlalu bersikap keras.

Bagi sebagian orang menerapkan cara asuh yang seperti ini merupakan pilihan agar anak tidak nakal, patuh, dan disiplin. Keras dan tegas merupakan dua sikap yang berbeda. Pola asuh yang keras sering kali menggunakan fisik dalam penerapannya. Agar anak memiliki sikap disiplin dan mematuhi peraturan yang ada, lebih baik menggunakan metode diskusi untuk menentukan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dan jika anak melanggar apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama, sikap tegas orang tua diperlukan untuk mengingatkan, namun tidak dengan kekerasan fisik. Pola asuh yang terlalu otoriter membuat anak menjadi stress atau bahkan membenci orangtuanya sendiri.

  1. Terlalu memanjakan

Pola asuh yang selanjutnya adalah kebalikan dari yang pertama. Cara asuh yang terlalu memanjakan mungkin akan dilihat sebagai bentuk cinta kasih orangtua kepada anak. Namun jika hal ini terus dan selalu dilakukan, besar kemungkinan anak akan menjadi manja. Dampak yang lebih besar akan terlihat ketika dewasa. Salah satunya yaitu tidak percaya diri dan selalu bergantung pada orang lain.

  1. SIstem memberi hadiah

Sistem memberi hadiah untuk setiap pencapaian yang didapat anak memang tidak bisa dikatakan salah. Namun cara ini tidak selalu bisa diandalkan. Secara berkelanjutan anak akan memiliki pandangan hidup yang berfokus pada hasil dan tidak memperhatikan proses. Pola pikir ini akan membuat seseorang merasa stress ketika usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

  1. Perhatian yang kurang

Banyak dari para orangtua yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan materi anak. Padahal kasih sayang dan perhatian juga tidak kalah penting. Bercerita dan menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan sepanjang hari adalah salah satu kegiatan kecil sebagai pemenuhan kasih sayang kepada anak.

Parenting Sejak Dini

Parenting tidak hanya dilakukan bagi orang yang sudah memiliki anak saja. Kaum muda yang belum menikah pun juga penting untuk mempelajari ilmu ini. Kegiatan ini juga bisa menjadi ajang untuk melakukan introspeksi terhadap pola asuh yang dahulu orangtua terapkan. Adapun manfaat lain belajar parenting sejak dini adalah seperti bertambahnya pengetahuan mengenai proses perkembangan manusia dari bayi hingga dewasa. Tidak hanya perkembangan fisik namun juga psikis, pengetahuan ini akan berguna untuk menentukan pola sikap kepada anak atau pun orang lain.

Ketika belajar parenting sudah tentu akan membahas cara mengatasi anak yang memiliki sifat emosian atau tantrum. Pembelajaran ini selain sebagai bekal nanti ketika sudah menjadi orangtua, juga dapat menjadi cara untuk bersikap atau meredakan orang lain yang sedang emosi. Hubungan baik dengan orang lain pun akan semakin terjaga.

Pengetahuan yang baik mengenai tahapan pertumbuhan anak, serta apa saja yang lebih baik dilakukan dalam pola asuh tersebut. Membuat lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan, tentunya secara logis atau bahkan sesuai dengan penelitian ilmiah yang pernah dilakukan.